Ketentuan Mahar Penikahan Dalam Islam

Mau Nikah? Perhatikan 5 Ketentuan Mahar Ini

Ketentuan Mahar Penikahan Dalam Islam bahwasanya Islam telah mengesahkan pemberian mahar oleh suami kepada istri untuk menyenangkan hati wanita dan menghormatinya. Ini juga dimaksudkan untuk mengakhiri apa yang telah dilakukan pada hari-hari ketidaktahuan dimana dia dianiaya, dieksploitasi, dihina dan dirampok kekayaannya.

Mahar pernikahan adalah hak eksklusif untuk sang istri. Itu miliknya dan tidak ada penjaga atau kerabatnya dapat berbagi bagian dari itu. Tidak ada yang memiliki kekuasaan atas dirinya tentang bagaimana dia ingin membuangnya, selama dia melakukannya dengan cara yang dapat diterima secara hukum.

Dia dapat memberikannya sebagai hadiah, dia dapat meminjamkannya kepada orang lain atau dia dapat memberikannya dalam amal atau melakukan tindakan lain yang diizinkan yang dia inginkan.

Karena tujuan pernikahan bukanlah tindakan yang sebenarnya dari kontrak pernikahan itu sendiri. Sebenarnya, tujuan perkawinan yang sebenarnya tidak dapat tercapai kecuali pasangan suami-istri itu tetap dalam kondisi pernikahan.

Namun, itu mungkin tidak tercapai kecuali mahar itu merupakan kewajiban pada saat kontrak pernikahan itu sendiri. Dalam hal ini, ketika ada saatnya yang dapat menuntun pria untuk menceraikan istrinya, seperti kerenggangan atau perilaku kasar, suami tidak akan mau menceraikan istrinya karena hanya sedikit tindakan kekasaran yang terjadi. Jika bukan karena mahar yang diminta karena kontrak itu sendiri, akan sangat mudah baginya untuk meninggalkannya.

Bagaimana Ketentuan Mahar Penikahan Dalam Islam?

Oleh karena itu, tujuan pernikahan tidak akan tercapai karena tujuan dan manfaat pernikahan hanya terpenuhi ketika keduanya sesuai dan kesepakatan satu sama lain tetapi kesepakatan itu tidak akan terjadi kecuali wanita itu adalah sesuatu yang dihormati dan istimewa bagi sang suami.

Tetapi kehormatan seperti itu tidak akan terjadi kecuali dia harus menyerahkan sesuatu yang penting baginya. Ini karena apa yang paling sulit dicapai adalah yang paling istimewa bagi orang tersebut. Karena itu, jika istri bukanlah sesuatu yang istimewa di mata suami.

Maka ia akan membuangnya pada tanda ketidakbahagiaan pertama, kesepakatan itu tidak akan terjadi dan tujuan pernikahan tidak akan tercapai. Ketentuan mahar pernikahan dalam islam telah dijelaskan dalam artikel ini, semoga dapat menambah pengetahuan Anda.

About: admin

shares